Minggu, 09 Agustus 2009

2 Unit LCU 1000 DWT Akan Perkuat TNI AD



Jakarta – Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Ranahan Dephan) Marsda TNI Eris Herryanto, MA, meresmikan peletakkan lunas (Keel Laying) sebagai tahap awal proses pembangunan Kapal LCU 1000 DWT, Rabu (16/7) di PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Tanjung Priok Jakarta. Dua unit kapal tersebut merupakan pesanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk menunjang tugas pokoknya dalam menjaga wilayah Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Dirjen Ranahan Dephan dan penandatanganan berita acara keel laying. Hadir dalam acara antara lain Wakil Asisten Logistik (Waaslog) TNI AD, Dir Pembekalan TNI AD, Dirut PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, Dirut PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), GM Galangan IV PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dan segenap Direksi PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero).

Dirjen Ranahan Dephan dalam sambutannya mengatakan, pengadaan dua unit kapal pendarat serba guna 1000 DWT ini, merupakan program dari anggaran Kredit Eksport tahun 2004 Perkasa dengan nilai sebesar USD 10 juta. Pengadaan ini diageni oleh PT. Putrindo Adiyasa Perkasa.

Diharapkan dalam pelaksanaannya dapat dikerjakan sesuai rencana, sehingga kapal tersebut dapat segera memperkuat jajaran TNI AD dalam menunjang tugas pokoknya. Dalam tugasnya, TNI AD memerlukan transportasi laut yang dapat mengirim pasukan ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga masalah- masalah yang dihadapi di wilayah NKRI dapat diatasi melalui kekuatan TNI AD.


Landing Craft Utility (LCU)

Lebih lanjut Dirjen Ranahan menambahkan, salah satu tugas dari Departemen Pertahanan adalah membina dan mendorong kemampuan industri dalam negeri untuk kepentingan pertahanan negara. Dengan memberdayakan industri nasional maka tercapailah kemandirian dalam bidang pertahanan.

Dirjen Ranahan menilai, kemampuan industri dalam negeri saat ini sudah cukup meningkat. Sehingga pembangunan kapal yang dilaksanakan oleh salah satu industri nasional ini, diharapkan akan menjadi stimulan bagi dimulainya pemberdayagunaan industri dalam negeri di bidang perkapalan untuk mendukung pertahanan negara.

Sementara itu Waaslog TNI AD Brigjen TNI Fuad Basya mengatakan, dengan keadaan kondisi wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, maka TNI AD membutuhkan banyak sekali sarana angkutan. Sekalipun masih jauh dari cukup, tetapi dengan adanya penambahan dua unit kapal ini merupakan suatu tambahan yang sangat berarti bagi TNI AD.

“Dengan adanya penambahan ini, maka diyakini akan dapat menambah kualitas dan kemampuan kerja dari TNI AD. Sehingga diharapkan penegakan kedaulatan negara di darat akan bisa dilaksanakan dengan baik”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager (GM) Galangan IV PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Nasrudin Umar selaku pelaksana proyek pembangunan kapal LCU 1000 DWT mengatakan, pengerjaan pembangunan direncanakan akan selesai dalam 16 bulan.

Dijelaskannya, kapal dibangun dengan spesifikasi antara lain panjang 68 meter, lebar 13, 5 meter dan mampu memuat pasukan beserta perlengkapannya sebanyak 300 orang dan kendaraan truk dengan bobot kurang lebih 5 ton sebanyak 22 unit. Jarak jelajah Kapal dapat mencapai sampai 3000 mil laut dan kecepatan 12 knot.