Jumat, 07 Agustus 2009

KOPASKA TNI AL - US NAVY SEAL LATIHAN PERTEMPURAN JARAK DEKAT


Latihan bersama antara prajurit Komando Pasukan Katak TNI AL dengan Pasukan Katak AS US Navy Seal yang tengah berlangsung di Koarmatim Ujung Surabaya tengah memasuki sesi latihan pertempuran jarak dekat (Closed Quarter Combat). Latihan bersandi �Small Unit Tactical Joint Combined Exchange for Training (JCET) Flash Iron 07-03� atau disingkat Flash Iron 07-03 ini berlangsung hingga tanggal 23 Februari nanti.


Latihan bersama ini merupakan wujud dari peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan AS sekaligus untuk meningkatkan profesionalitas prajurit sebagai pasukan yang berkualifikasi peperangan laut khusus dalam hal ini penanggulangan teror aspek laut. �Meski prajurit Pasukan Katak kita sudah memiliki kemampuan mengatasi penanggulangan aspek teror laut, dengan latihan ini diharapkan mereka memperoleh ilmu baru yang bermanfaat karena kita masih mempunyai banyak area-area khusus (hot spot) yang perlu kita hadapi dengan cara-cara pasukan khusus, antara lain Selat Malaka,� kata Pangarmatim Laksda TNI Moekhlas Sidik saat membuka dimulainya latihan beberapa waktu lalu.


Koordinator latihan Letkol Laut (E) M. Faisal yang juga sebagai Komandan Satuan Pasukan Katak Koarmatim mengatakan latihan akan berlangsung hingga 23 Februari nanti dengan melibatkan 194 personel Pasukan Katak TNI AL, 7 personel US Navy Seal, satu KRI, satu helikopter dan satu pesawat Cassa. Latihan sekaligus juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan Satuan Pasukan Katak TNI AL dalam melaksanakan Maritime Interdictions Operation (MIO) baik dari aspek maritim, taktik, teknik, prosedur, aspek psikologis serta aspek penelitian dan pengembangan. �Yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan baik perseorangan maupun satuan untuk mengaplikasikan prosedur tetap yang ada sehingga tercipta kesiapsiagaan operasional serta terciptanya hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian di antara prajurit kedua negara sehingga tercipta semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai satuan khusus yang berkualifikasi peperangan laut khusus,� tambah Letkol Laut (E) M. Faisal.


Materi latihan yang dilatihkan meliputi pelajaran kelas dan praktek langsung di lapangan, yaitu Mission Planning (perencanaan misi), Medical Treatment (teknik pengobatan sendiri), Markmanship for MIO (teknik penggunaan senjata), Closed Quarter Combat (pertempuran jarak dekat), Ship Movement (gerakan di atas kapal), Visit Board Search Seizure (penghentian dan pemeriksaan kapal di laut) serta Rivine and Swamp Operation (taktik tempur sungai dan rawa).